Posts

Featured Post

In Indonesia, 3 Muslim Girls Fight for Their Right to Play Heavy Metal

Image
JAKARTA, Indonesia — The three teenage girls — shy and even seeming slightly embarrassed as they peer out from their Islamic head scarves — do not look much like a heavy metal band.

But a dramatic change occurs when they take the stage. All pretense of shyness or awkwardness evaporates as the group — two 17-year-olds and one 15-year-old — begin hammering away at bass, guitar and drums to create a joyous, youthful racket.

They are Voice of Baceprot, a rising band in Indonesia, a country where heavy metal is popular enough that the president is an avowed fan of bands like Metallica and Megadeth.

But beyond blowing away local audiences with their banging music, the three girls are also challenging entrenched stereotypes about gender and religious norms in the world’s most-populous Muslim-majority nation.

“Baceprot” (pronounced bachey-PROT) means “noise” in a common dialect in the West Java region, where the girls live and attend high school in a rural town, Singajaya.


Continue reading t…

Simak Aksi Voice of Baceprot, Band Hijab Beraliran Metal

Image
JAKARTA, KOMPAS.com - Band metal asal Singajaya, Garut Selatan, yakni Voice of Baceprot (VoB) unjuk kebolehan mereka dalam bermusik di @america, Pacific Place Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (19/8/2017).

VoB yang terdiri dari Firdda Kurnia pada vokal dan gitar, Euis Siti Aisyah pada drum, dan Widi Rahmawati pada bass, memersembahkan beberapa lagu dari band-band mancanegara, seperti System of a Down, Rage Against the Machine, Slipknot, sampai Linkin Park.

Tak hanya itu, mereka juga menyanyikan lagu-lagu milik mereka sendiri. Sebagai contoh "The Enemy of Earth is You" yang bisa dilihat pada video di bawah ini. 

"Biasanya kami tampil di depan metalhead. Pada head bang. Sekarang kami tampil di depan yang duduk-duduk cantik. Mungkin memberi aura tersendiri. Hehehe," ujar Firdda seusai bernyanyi.

Firdda menambahkan bahwa lagu-lagu milik mereka terinspirasi dari kegundahan mereka. Misalnya saja, VoB membawakan lagu-lagu milik mereka lagi, yang berjudul "School Revoluti…

Voice of Baceprot, hijaber metal dari pelosok Garut yang angkat kritikan sosial

Image
Tiga remaja dari desa di pelosok Garut, Jawa Barat, mengangkat berbagai kritikan sosial dan mencegah "pergaulan bebas" dengan aktif dalam band metal yang mereka namakan Voice of Baceprot (baceprot artinya bawel atau berisik dalam bahasa Sunda).
Firda Kurnia, Widi Rahmawati dan Euis Siti Aisyah membentuk band dengan bantuan pengasuh dan mantan guru mereka, Cep Ersa Eka Susila Satia, saat masih di Madrasah Tsanawiyah atau setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Februari 2014 di Desa Ciudian, Garut.
Banyak penentangan di lingkungan sekitar yang mereka hadapi saat band dengan lagu-lagu metal ini terbentuk.

"Yah, ngapain (main band), perempuan yang berhijab biasanya marawisan (marawis main gendang dalam rebana), bukannya main ngeband di atas panggung," cerita pemain bas gitar Widi tentang penentangan yang dihadapinya.
Meliani, melawan bully dengan jilbab dan musik metal
Dari Tanah Abang hingga London, lima hal unik tentang mukena Indonesia
Kontroversi di b…

Menuju Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Pencanangan Kampung Literasi Komunitas Ngejah Sukawangi Singajaya Garut 25-26 November 2017

Image
Sisi Lain (The Other Side of Metalism)
"Menuju Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Pencanangan Kampung Literasi Komunitas Ngejah Sukawangi Singajaya Garut 25-26 November 2017"
https://www.youtube.com/channel/UCu3Moj3Nl7RPrk3or5GDQEwhttp://j.gs/9rot Memusikalisasi cerita hidup dengan segala keresahan di dalamnya itu bukanlah keputusan serta merta. Bukan pula pilihan yang hanya berpijak pada standar agar gaya semata. Ada kesadaran sebagai buah pergulatan hati dan pemikiran, bahwa hidup adalah pilihan bahwa menjadi apa dan siapa pun adalah pilihan. Selamanya menawar pilihan.
Saat berkenalan dengan Abah Erza kami tau, kami sedang dibelajarkan untuk mengerti memilih. Bukan sekedar berani, bukan hanya perkara mengikuti kata hati. Lalu dalam rentang waktu yang kami lalui, ternyata ada banyak hal tak biasa yang kami temukan, kami kenali dan mulai jadi bagian perjalanan diri. Kami menamainya "Sisi Lain"
Kami tau pentingnya sekolah, kami rasai betul nikmatnya belajar bersosialisa…

Diskusi UBUD WRITERS AND READER FESTIVAL

Image
Hari itu, saya beserta Widi dan Sitti duduk melingkar bersama tante Niluh, tante Bonita, dan orang orang hebat lainya yang juga ikut serta dalam sesi diskusi UBUD WRITERS AND READER FESTIVAL hari minggu, tgl 29 oktober 2017 kemarin. Kita sempat berbagi pengalaman dan cerita tentang dunia yang di tekuni oleh pribadi masing masing. Diantara semua yang hadir, mungkin saya dan kedua kawan saya adalah yang paling muda disitu. Saya menengok ke arah Abah sambil senyum senyum tak jelas karena merasa takut dan agak minder. Tapi seperti yang Abah sering bilang pada saya, saya bisa menjadi hebat ketika menjadi diri saya sendiri. Ini hanya masalah kekuatan sugesti saja saya fikir. Satu persatu pertanyaan dari mc dan audience dapat saya jawab dengan jelas dan lancar. Hingga saya sampai di bagian "Presentasi Karya" pun masih lancar lancar saja. Kecuali mungkin kesulitan mengajak audience berkomunikasi. Karena sedari awal mereka hanya melongo menatap saya. Entah karena terpukau atau karena…

Show Ubud Writers & Readers Festival 2017

Image
Cek beberapa video kami di:

http://j.gs/9k9L

http://j.gs/9k9M



VOB at Synchconize fest 2017

Image

Popular posts from this blog

Menuju Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Pencanangan Kampung Literasi Komunitas Ngejah Sukawangi Singajaya Garut 25-26 November 2017

Diskusi UBUD WRITERS AND READER FESTIVAL